The Real life 😊

Hai V'LiciouSers

Saya ingat tulisan saya yang terakhir di tahun 2018, 

Dua tahun lamanya sama sekali tidak menulis bahkan membuka website ini, 

banyak hal yang terjadi,  tahun-tahun yang saya lalui tidak berubah.


2019 banyak Keajaiban Enak dan tidak enak diterima, kehidupan nyata yang memang HARUS dilewati.

Banyak yang datang dan pergi dari kehidupan ini, tidak mungkin semua bisa terjadi secepat ini.

 Desember 2019 adalah Awal semua Makhluk mengalami kemerosotan.

Saat ini pertengahan 2020 yang sangat melelahkan, semakin membuat orang Frustasi.

Seleksi Alam, begitulah namanya disebut.

Kehidupan Glamor, kelap kelip pijaran lampu semakin redup.

Senyum yang lebar dikala menikmati kehidupan yang santai, tidak dapat dilalui.

Tidak ada yang bisa diandalkan, sama-sama susah.

Kehidupan level tertinggi menjadi level menengah, dan seterusnya semakin susah, kehidupan berpenghasilan semakin menurun, ketakutan kegelisahan melanda dimana-mana.

Di "RUMAH SAJA" menjadi suatu kewajiban bagi Umat Manusia.

ditambah dengan problematika Psikologi yang tak kunjung selesai.

Seakan-akan mimpi buruk di tahun 2020, masa depan yang tidak kelihatan.

mengapa semuanya bisa terjadi dan sampai kapan ini berakhir?

inilah kehidupan yang sebenarnya, dimana Makhluk hidup harus saling menjaga, saling mengerti.

2020 sebagai Sejarah Kehidupan.

Berserahlah kepada Sang Penciptamu.



_August 14, 2020_

 

Biarlah

Setitik noda sekalipun tidak akan pernah hilang pada kertas putih..
Ditutupi dengan cara apapun akan kelihatan bekas atau nodanya.
Kecuali kertas putih itu dibakar habis beserta tinta hitam.
Ya bakar saja. Tolong siapapun yang menemukannya tolong dibakar.
Karena tak ada gunanya bagi yang melihat.
Biarlah menjadi abu yang kapan saja diterbangkan angin..
Entah angin itu membawanya kemana, tak ada yang peduli , Hilang rasa, hilang empati...
Ya... biarkan terbakar...


Gara-gara Bawang Putih




Ken    Kenangan yang tak terlupakan tepatnya di bangku kelas 4 (Empat) SD Inpres, 23 tahun lalu.
           Dengan  murid yang sangat padat, semeja diduduki 3 orang murid.
           Dapatlah anda bayangkan betapa sempitnya kami belajar, namun karena kami masih cungkring it's no problem for us, enjoy lah..
              
D        Diana    : “ Richard, karena kamu lelaki sendiri diantara aku dan wiwik. Ayo ambil bangkumu di kelas    sebelah!”
R         Richard : “ Aduh, malas sekali… sudah.. sudah.. bagaimana kalau kita bertiga duduk di dua bangku ini”
           Diana    : “ Okay, asal kamu duduk ditengah.. saya tidak mau duduk ditengah”
           Wiwik   : “ aku juga tidak mau” (sambil memainkan pensil yang lagi ngetren jaman itu, yang ujungnya ada bulu2)
           Richard : “ Ya sudah…… “ (melemas)

Bu guru pun tak kunjung tiba, kelas semakin gaduh.. para murid cowok sibuk bermain kartu gambar (mirip kartu remi berbagai karakter yang lagi ngetren satria baja hitam) yang kala itu harganya 25rupiah.
Beberapa menit kemudian, bu guru yang super duper galak tiba..
Hmm.. ditangan kanannya memegang rotan panjang, siap-siap deh pantat kita bakalan di hajar kalo ga bisa menjawab soal matematika di papan tulis kapur.
Sereeem… kamipun tegang, ibarat jarum jatuh pun terdengar..

Ari            : Semua berdiri, beri salam..
Murid     : Selamat pagi Ibu Guru!!!
Bu Guru  : Hmmmm… selamat pagi.. semua duduk!
Muridpun duduk atas perintah sang Guru
Bu Guru  : Hari ini, ibu tidak mengajar dikarenakan kondisi kesehatan ibu yang tidak baik.. ibu akan memberikan soal kepada kalian, masing-masing akan mengerjakannya di papan tulis. Tidak ada yang membawa buku contekan. Ketua kelas bagikan soalnya, kalian diberikan soal yang berbeda-beda.

Murid pun ketakutan, panik.. ada yang langsung buka buku cari contekan, ada yang langsung mengerjakan..
Urutan pertama, kedua dan ketiga  segera menyeselaikan tugas yang diberikan di depan kelas..
Lama sekali mereka mengerjakannya, dalam hati kami semua segera bel usai kelas berbunyi..

Giliran si Delvin, anak yang bandelnya minta ampun.. biang keladi disetiap mata pelajaran..
Maju kedepan.. diberikan soal dan ketakutan melanda..
Dengan gemetar si doi ambil kapur tulis, menulis soal
“Intan mempunyai hutang Rp 8.500,00.
  Ia sudah mengembalikan Rp 5.500,00.
  Ia berhutang lagi Rp 5.000,00.
  Berapakah hutang Kamal sekarang?

Memakai tata Bahasa pengerjaan soal matematika, delvin pun menulis
Diketahui : Hutang lama Rp. 8.500,-
                      Kembali Utang Rp. 5.500,-
                      Hutang lagi Rp. 5.000,-
Ditanya  :    Hutang sekarang?
Penyelesaian :

Waktu berjalan… sudah 6 menit delvin belum mampu menulis lanjutan penyelesaiannya.
Teman-teman disampingnya sudah bergantian mengerjakan soal.
Entah apa yang di makan bu guru, dari tadi mulutnya mengunyah.
Ada yang dikupas, nguyah lagi… beberapa murid yang duduk di baris depan melongo memperhatikan sang guru..

Bu guru : “ Delvin…. Belum selesai dari tadi yaa??” (nada sudah mulai meninggi)
Delvin   : Garuk- garuk kepala

Tiba giliran Richard… super cerdik…

Richard mengambil kapur tulis, berdiri disamping Delvin..
Menulis soal :

Dengan santai Richard menyelesaikan , penjumlahan bersusun.

Delvin : “ Richard, ibu guru curang.. kamu di kasih soal gampang banget.. aku susah sekali soalnya.. Bu guru bukannya menjelaskan lagi, malah asyik makan bawang putih bau itu..
  Coba kamu liat gayanya makan.. matanya sudah merah.. pasti mulutnya bau…

Richard : Membuka matanya lebar-lebar ke arah Delvin.. Bu guru dengar percakapan mereka.


Richard : “ Bu guru, sudah selesai…”
                Dengan menyeletuk ke bu guru, “ Ibu guru ,suka makan bawang putih?”

Ibu Guru : kaget… dan membentaki Richard..
                  “ Ayo duduk, jangan lancang ya!”

Ternyata “ Cemilan” yang dari tadi dikunyah dan diperhatikan anak-anak ya bawang putih itu.
Entah untuk apa khasiatnya, murid-murid pun tak paham.
Hmm… ternyata bau yang dari tadi mengintari ruang kelas bersumber dari “ cemilannya” ibu guru.

Ibu Guru : “ Delvin… kamu ini tidak pernah belajar… ketahuan soal begitu saja kamu tidak dapat  mengerjakannya…” besok panggil orang tua kamu menghadap ibu”

Dan sebelum duduk, satu belaian rotan jawa mendarat di pantat gendutnya delvin..
Antara mau tertawa atau ketakutan melihat kejadian antara bu Guru dan Delvin..

Ibu Guru : “ Saya sedang sakit kepala hari ini, jadi kalian jangan macam-macam.. atau orang tua  kalian saya panggil.. “
                 
Doa anak-anak terkabul.. Bel istirahat berbunyi..
Ibu Guru : “ Untuk kalian yang belum mendapatkan giliran menyelesaikan soal.. minggu depan giliran kalian”.. sampai jumpa

Murid : “ Baik bu… Selamat Siang Ibu Guru”

Berhamburan murid-murid keluar kelas..
Kejadian “ Cemilan” Ibu guru menjadi tranding topic percakapan mereka.

Jhoni    : “ Kira-kira untuk apa ya bu guru makan bawang putih mentah?”
Desi     : “ Pernah aku mendengar percakapan bibiku, kalau bawang putih itu obat. Tapi ga tau untuk sakit apa..”
Delvin  : “ Ah.. bu guru ga punya uang untuk beli biscuit kali”

Murid yang lain tertawa terbahak-bahak..

Bel berbunyi tanda masuk kelas

Ari           : “ Delvin, jangan lupa besok mamah kamu wajib bertemu dengan bu Tuti loh.. di  perpustakan beliau marah-marah”
Delvin     : “ Baik komandan Ari, besok saya minta mamah sekalian membawakan bawang putih untuk beliau “
Murid-murid :  hahahaha
Kelaspun berisik, tidak ada guru bertugas.. hingga jam sekolah berakhir..
Richard : “ Sampai jumpa manteman… Diana, besok giliranmu angkat kursi yaa”
Diana    : “ Enak aja pemalas”

Sentia  : “ Dadah teman teman”

Di rumah Delvin….
Delvin     : “ mah besok sibuk?”
Mama     : “ Tidak, kenapa lagi… apa yang kamu perbuat di sekolah lagi delvin”

Mama dengan curiga melototi si Delvin, ternyata sudah berulang kali delvin bikin ulah.

Delvin     : “ kali ini, pelanggaran delvin tidak separah waktu lalu mah… Bu guru mungkin yang lagi ga punya uang.. kasian mah.. cemilannya bawang putih.. kalau mamah punya kelebihan bawang putih, bawa kesekolah ya mah.. sapa tau bu Tuti ga jadi marah”
Mama     : ?????#e$@e## melongo

Dalam sebulan, ada saja kenakalan yang dia buat.

Bulan kemarin misalnya, mama di suruh bayar utang makan di warung oma lin..
Setiap jam istirahat, selalu di ambil nasi uduk buatan oma lin dengan harga Rp. 50,- kala itu..
Tapi itu ga pernah dibayar, uang jajannya dipakai untuk beli parasut plastic dengan orang2an dibawahnya (mainan terjun payung dari kertas kresek)
Kalau diminta, jawabnya… minta mama aja..
Karena oma lin baik hati dan ga tegaan, ya oma beri aja..
Akhir bulan baru dilaporkan ke pak Marthin wali kelasnya.


Ada lagi yang lebih parah, beberapa bulan lalu..
Mama di panggil Guru Pendidikan Jasmani (Penjas, Red : Guru olah raga)
Karena ga bawa baju, dia make baju olah raga milik temannya si rendi..
Rendi kebingungan bajunya tiba-tiba hilang dari dalam laci meja.

Delvin              : “ Kamu lupa bawa kali ren…”
Rendi               : “ Enggak, tadi pagi saya simpan di dalam laci.. mana sebentar kita bermain kasti lagi”
Delvin              : “ Sudah, kamu nonton aja.. atau olah raganya make seragam aja.. gampang kan”
Rendi               : “ okelah, aku lapor dulu ke pak Guru”

Setelah olah raga usai, si Rendi kaget baju olah raganya sudah ada di dalam laci lagi.. pas dibuka tas kresek tadi.. udah bau asem keringat entah siapa yang pakai.
Rendi mengadu ke Pak Marthin dan Pak Andre guru olah raga..

Rendi   : “ Pak.. baju saya tiba-tiba ada di dalam laci.. tapi udah bau keringat.. kayaknya  ada    yang pakai tadi pak “
Rendi mau nangis ga jadi nangis…
 Richard                     : “ Eh anak cowok tukang ngadu, jangan nangis dong.. malu sama kucingnya  oma Lin “
Oma lin punya kucing namanya ketty, murid-muridnya suka main sama si ketty.. mau dipukul di cubit, di tendang,, si ketty adem aja ga pernah balas nyakar, kabur atau nangis..

Murid-murid       : “ hahaha.. kalah sama si ketty”
Pak Marthin  : “ Tenang Rendi, bapak akan selesaikan..
                          Anak-anak mari semua jujur, perbuatan siapa ini..
                          Teman-teman adalah Anak yang jujur bukan.. pahlawan tidak ada yang dihargai dengan ketidak jujuran.. yang tidak jujur berarti bukan pahlawan, yang tidak jujur mengakui kesalahan dan tidak ada itikad untuk meminta maaf itu namanya Penjahat.
Pak Andre     : “ Baik.. kalau tidak ada yang mengaku, bapak akan periksa isi tas kalian masing-masing.. akan ketahuan siapa yang tidak membawa baju olah raga tadi.
Apabila ketahuan maka, dia akan bapak Hukum selama jam pelajaran olah raga berlangsung.

Dari ujung ke ujung, pak Marthin dan Pak Andre dibantu dengan Ari sang Ketua kelas memeriksa isi tas para murid.
Seperempat kelas sudah di periksa, giliran pak Andre membuka tas Delvin..
Namun delvin ijin ke toilet.

“Tas siapa ini ??” Tanya pak Andre…
“ Delvin pak” Jawab Tissya, teman sebangku delving

Pak andre memeriksa tasnya, tidak ada baju olah raga.
Pak Andre pindah ke murid lain

Saat delvin kembali, Pak Andre melarang Delvin untuk duduk di mejanya.
Pak Andre :  “ Delvin, berdiri di depan “

Sampai semuanya selesai diperiksa.
Pak Andre         : “ Mana baju olah ragamu?? Kamu tadi olahraga kan?”
Delvin               : “ Iya pak..”
Pak Andre         : “ Sekarang mana baju olah ragamu”
Delvin               : “ sudah saya kembalikan pak, sebenarnya… sebenarnyaa tadi saya memakai punya Rendi pak Guru”
Pak Andre         : “ kenapa kamu melakukan itu, kenapa kamu tidak jujur?”
Delvin               : “ Maaf pak, saya lupa membawanya dan saya sangat ingin bermain kasti,”
Pak Marthin      : “ kamu sangat keterlaluan untuk Rendi, Delvin dan kamu tidak mengakui dari awal.. besok panggil orang tua kamu menghadap saya”
Delvin               : “ Maaf pak…. Tapi saya takut sama mama dan papa pak”
Pak Marthin      : “ Itu hukuman atas ketidak jujuran dan kenakalan kamu.. besok jam 10 orang tua harus bertemu dengan Bapak!”

Hmm Delvin, ada saja kenalakannya..

Keesokan harinya, sebelum jam 10 pagi. Mama sudah stay di depan ruang guru.

Mama               : “ Selamat pagi Bu.. bolehkah saya bertemu dengan bu tuti?”
Ibu Wina           : “ Selamat pagi bu, ada bu.. mamanya siapa ya bu?”
Mama               : “ saya mamanya Delvin Kelas 4B bu, “
Ibu Wina           : “ oh mamanya Delvin.. mari saya antarkan ke Bu tuti”
                           Kalau masalah dengan ibu Tuti, dibawa santai aja bu..
Ibu Wina senyum-senyum simpul menahan tawa

Ibu Wina          : “ Ibu tuti.. Orang tua Delvin ingin bertemu “
Ibu Tuti             : nada Jutek, “ Iya suruh masuk..”
Ibu Wina          : “ Silahkan Bu”
Mama               : “ Terima kasih ibu”

“ Permisi bu, selamat pagi.. perkenalkan saya ibunya Delvin” perkenalan awal mama dengan Ibu tuti
Ibu tuti            : tanpa basa basi , “ Saya tidak suka dengan Delvin ibu, kemarin saya memukul pantatnya dengan rotan. Saya sudah tahu dia anak nakal dikelas 4C”
Mama              : “ Mohon maaf atas kenakalan delvin, apabila delving salah tidak mematuhi perkataan ibu, silahkan bu.. saya tidak masalah.. karena disekolah, Ibu adalah orang tua anak saya.. kalau boleh tau, kesalahan delvin apa bu?”
Ibu tuti            : “saya merasa tersinggung karena dikatakan oleh Delvin mulut saya bau bawang putih.. dan satu lagi tolong dilatih di rumah matematikanya, sama sekali tidak bisa mengerjalannya malah usil di depan kelas”
Mama              : mengusap keringat dan menahan tawa..
                        “ ohh ibu, mohon maaf bu… baik bu akan saya tegur dan latih lagi matematikanya.”
Ibu tuti           : “ baik, itu saja ibu yang ingin saya katakan. Ibu boleh kembali ke rumah!”
Mama              : “ Terima kasih ibu, selamat siang.. “

Mama meninggalkan ruangan dan kembali pulang..
Namun belum sampai depan gerbang sekolah, mama di tahan oleh satpam sekolah (Pak Didit)
Pak Didit          : “ selamat siang ibu, bagaimana sudah ketemu dengan Ibu tuti?”
Mama              : “ sudah pak, ada-ada aja si Delvin.. Nakal banget.. malu saya bolak balik sekolah”
Pak Didit          : “ biasalah bu, anak sekolah ada aja, yang penting bukan masalah besar kan bu. Apalagi berurusan dengan Ibu tuti.. rata-rata murid-murid sudah dipanggil orang tuanya, padahal hal sepele… maklum orang tua, hipertensi sedang di idap jadinya jutek mulu bu..
Mama              : “ oh astaga..” mama sudah bisa menyimpulkan penyebab marah-marahnya Ibu tuti
Pak Didit          : “ Setiap hari obatnya ya itu bawang putih, dikunyah macam dukun saja.. hahahah”
Mama              : “ haha.. ah pak Didit awas dipanggil orang tuanya juga loh!
                        Saya pamit dulu ya pak, selamat siang”
Pak didit          : “ baik bu, silahkan”

Mama pulang kerumah dengan senyum nahan tertawa..
Gara-gara cemilan bawang putih toh..

Hahahahahah

 





                       





Sepatu Orang lain

Ketika kita hanya mampu membeli tas tangan seharga Rp 500 ribu sementara kawan kita membeli tas tangan seharga Rp 5 juta, kita bilang kawan kita berlebihan. Padahal ia belanja tak pakai uang kita.
Ternyata ia sudah berhemat untuk tidak membeli tas seharga Rp 40 juta yang sanggup ia beli.
Ketika kita hanya mampu hidup selalu di dekat suami,sementara kawan kita berpisah jarak dan waktu dengan suaminya, kita bilang kawan kita gegabah. Kita bilang ia menggadaikan rumah tangga demi materi.
Ternyata ia tetap hidup rukun dan bahagia dalam perjuangan rumah tangganya.
Ketika kita hanya mampu menjadi ibu rumah tangga,sementara kawan kita memilih bekerja sebagai pegawai, kita bilang ia menggadaikan masa depan anak.
Ternyata ia bangun lebih pagi dari kita, belajar lebih banyak dari kita, berbicara lebih lembut pada anaknya, dan berdoa lebih khusyuk memohon pada Tuhan untuk penjagaan anak-anaknya.
Ketika kita hanya mampu mengatur uang belanja Rp 1 juta sebulan,sementara kawan kita bercerita pengeluaran belanja bulanannya sampai Rp 10 juta , kita bilang ia boros. Padahal ia tak pernah berhutang pada kita. Pinjam uang pun tidak.
Ternyata mereka sedekah lebih banyak dari uang belanjanya.
Siapa yang rugi?
Kita...
Belum-belum sudah mudah menilai. Bisa jadi malah berburuk sangka. Padahal kita tak pernah tahu apa yang sebenarnya orang lain hadapi, orang lain lakukan, di luar sepengetahuan kita.
Saudaraku...
● Jangan mengukur sepatu orang lain dengan kaki kita.
● Jangan pernah mengukur kehidupan orang lain dengan ukuran hidup kita.
● Jangan menggunakan kacamata kita utk menilai orang lain, penampilan luar belum tentu mencerminkan sifat aslinya.
● Jangan sibuk mengurusi urusan orang lain, apalagi ketika kita tidak tahu apa-apa tentang hal tsb.
Mungkin itulah kenapa sepatu kaca Cinderella only fits for her.
Every life we're living only has one size for each of us.
*Unknown Source*

HBD Blogger

27 Oktober diperingati sebagai Hari lahirnya Blogger..

Jadi semakin semangat menulis uneg uneg..
Berbagi kisah
Berbagi pengalaman.

Itung itung sebagai warisan anak cucu kelak..

Semangat menulis!!

Small Gift

Perintah Tuhan kepada kita sebagai Anak Allah
dalam Matius 28:19-20 
Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Ayoo.. Berdoalah bagi sesamamu dan Bangsa Indonesia untuk Kemuliaan Nama Tuhan..

Berpikir dengan Pemikiran Kristus

Hal yang sering kita dengar dan baca "Salah satu ciri seseorang yang tidak memiliki Kerendahan Hati yakni selalu merasa diri benar, tidak menerima saran maupun kritik seseorang dan selalu menganggap orang rendah"

Namun ada juga yang seringkali manis di depan semua orang tetapi menyakiti orang terdekatnya ( orang tua, saudara, mertua, saudara ipar, dll)

Miris rasanya dan itulah manusia tak ada yang sempurna,
namun jikalau Anda dekat dengan Tuhan pasti Anda tahu cara yang dapat Anda lakukan.

KITA dituntut oleh Tuhan memiliki pikiran yang sama seperti Kristus
Dalam Filipi 2:5 berkata :
" Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus "

Masalah merupakan Cara dan ijin Tuhan untuk membuat kita semakin memiliki pikiran yang BENAR tentang Dia.

Mintalah Roh Kudus hadir dalam DOA kita, agar kita memiliki pemikiran tentang Kristus.
Dalam keadaan apapun kita akan melihat dengan pemikiran dari Kristus.
Tidak menutup kemungkinan terkadang kita memakai pikiran dunia kita. Namun jikalau kita dekat dengan Firman Tuhan sebagai gaya hidup maka pasti kita memiliki pikiran Kristus ( Ibrani 2:2)

Ciri-ciri pribadi yang memiliki Pikiran Kristus :

1. Selalu berpikir besar.
pikiran besar berbeda dengan kesombongan. Sombong memiliki arti menghargai dirinya lebih secara berlebihan dan merupakan tindakan yang tidak menghargai Allah.

Berbeda dengan mereka yang memiliki pikiran besar karena itulah pikiran secara Kristus.

2. Berpikir secara positif.
Filipi 4:8 jelas mengatakan semua yang benar, mulia, adil, yang suci, yang sedap di dengar, yang patut di puji pikirkanlah semuanya itu.

Pikiran yang negatif akan membakar semua pikiran-pikiran yang positif.
Kita harus memiliki pikiran positif yang dilandasi oleh pikiran Kristus.

3. Akan selalu berpikir Kemenangan
Jangan pernah berpikir tentang Kekalahan, walaupun situasi sangat rumit. Namun tetap WAJIB memiliki pikiran untuk menang. Jikalau kita berpikir kegagalan, maka kita akan mendapatkan kegagalan.

4. Akan berfikir Kaya
Orang kaya ketika memiliki pikiran Kristus, akan bekerja dengan baik mengatur keuangannya dengan baik sehingga akan menjadi kaya.

Semakin kita dekat dengan Kristus maka kita akan PASTI memiliki pikiran Kristus.
AMIN
Tuhan memberkati

Psalms 23:1-6

The LORD is my shepherd
I shall not want.

He maketh me to lie down in green pastures
he leadeth me beside the still waters.

He restoreth my soul
he leadeth me in the paths of righteousness for his name's sake.

Yea,
though I walk through the valley of the shadow of death,
I will fear no evil
for thou art with me
thy rod and thy staff they comfort me.

Thou preparest a table before me in the presence of mine enemies
thou anointest my head with oil
my cup runneth over.

Surely goodness and mercy shall follow me all the days of my life
and I will dwell in the house of the LORD for ever.

Ameen!!

Bubur dan kerupuk

Bagiku bubur dan kerupuk punya kelezatan tersendiri.
Masing masing memiliki "kekuatan" manfaat.

Namun yang lebih penting, 'mereka mampu "mengenyangkan" perutmu.
Begitupun kualitas hidupku, apakah dapat menjadi bubur, yang dapat "mengenyangkan" perutmu . namun yang berdasarkan persepsi orang hanya bertahan beberapa saat saja? Ataukah kualitas hidupku harus menjadi kerupuk yang harus dijemur, digoreng dan di isi di toples agar dapat dinikmati Dan sebaliknya tidak berguna jika tidak di jemur apalagi tidak di simpan ditoples.

Entahlah... hanya orang disekitarku yang dapat menilai seperti apa hidupku, bagi keluargaku dan bagi sesamaku.

Maafkan aku apabila tidak dapat menjadi bubur ataupun kerupuk yang sesuai dengan keinginanmu.
#the important moment last day on february

2015

Tanpa terasa 2015, dibulan penuh cinta #kataorang...
Banyak cerita yang telah kita urai selama tahun yang lalu.
Banyak kenangan yang telah kita ukir bersama.
Baik, buruk itu yang telah kita lakukan .
Apa yang ingin anda lakukan di tahun 2015 ini?
Saatnya Move on from your comfort zone...
Jangan terpaku dan berhenti di situasi itu saja.
Semangat dan semoga mimpi yang tertunda anda terwujud di tahun ini..
God Bless

KISAH NYATA SEORANG IBU YANG MENOLAK MEMBUNUH 2 CALON BAYINYA

Dapat Email dari seorang teman
KISAH NYATA SEORANG IBU YANG MENOLAK MEMBUNUH 2 CALON BAYINYA
Silahkan "SHARE" jika anda tersentuh dengan kisahnya (",)

****************************************
Ibu mana di dunia ini yang rela untuk membunuh darah dagingnya sendiri !! bahkan singa yang buas sekalipun tak kan pernah memangsa anaknya dan kisah ini juga di alami oleh EMMA Robbins ,dia merasa benar -benar merasa diberkati ketika dokter mengatakan dirinya hamil lagi. Kali ini tidak hanya satu calon bayi, melainkan sekaligus empat calon bayi. Namun kebahagiaan ini harus dilalui Emma dengan penuh tekanan dan perjuangan batin.

Seperti di kutip dari jpnn.com karena resiko yang dikhawatirkan ketika melahirkan, Dokter selalu menyarankan Emma untuk memilih dua calon bayi untuk memberi kesempatan hidup dua calon bayi lainnya. Namun saran dokter selalu ditolak.

Keteguhan hati Emma berakhir bahagia. Kelahiran bayi kembar empat yang hanya terjadi 1 berbanding 3,5 juta itu berjalan dengan baik dan lancar. 29 Februari lalu adalah perayaan ulang tahun pertama empat putra Emma yang diberi nama Zachary, Joshua, Ruben dan Sam.

"Instingku benar. Mereka kini benar-benar sehat dan menggemaskan," kata Emma dilansir dari maildaily, Minggu (3/3).
Emma (31) dan suaminya Martin (39), sebenarnya sudah memiliki seorang putra bernama Luke (3). Mereka tidak menyangka, ketika melakukan pemeriksaan kehamilan kedua, dokter mengatakan calon bayi mereka akan ada empat dan menjadi kembar identik.

"Saya berbohong kalau mengatakan itu mudah. Tapi kami sangat senang dan tidak akan pernah menyerah pada bayi ini," kata Emma menceritakan masa-masa awal kehamilannya.

"Pada 10 minggu pertama kehamilan, perutku kelihatan jauh lebih besar. Aku menderita morning sickness akut, ketika itulah aku mulai khawatir ada sesuatu yang salah," tambah Emma.

Setelah melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit ST Michael di Bristol, Dokter memperingatkan pasangan ini untuk mempertimbangkan kehidupan dua calon bayi mereka, untuk memberi kehidupan bayi dua calon bayi lainnya.

Saat itulah Emma mulai bimbang dan khawatir. Apalagi dokter sempat mengatakan, jika tidak memilih, potensi kehamilannya juga beresiko untuk mengalami keguguran atau bayinya akan lahir dengan penyakit bawaan permanen.

"Dokter mengatakan kami memiliki tiga pilihan. Pertama mengakhiri kehamilan, mengurangi kehamilan dengan membunuh beberapa embrio atau tetap melanjutkan," kata Emma soal pilihan dokter.

Saat itu Emma mengaku benar-benar dihadapkan pada pilihan sulit. Naluri seorang Ibu membawanya untuk menyentuh perutnya dan mengajak calon anaknya berbicara. Dengan penuh kelembutan Emma berusaha berbicara dengan buah hatinya. Ketika itulah Emma merasakan ada pergerakan yang luar biasa seolah sang calon anak menguatkannya.

"Rasa cinta yang luar biasa membuat saya mengatakan pada dokter, bahwa saya akan tetap menjaga keempatnya meski apapun resikonya," tegas Emma.

Memasuki usia kehamilan 12 minggu, Dokter kembali mengingatkan Emma soal resiko kehamilannya. Hal yang sama kembali disarankan Dokter ketika memasuki masa kehamilan 16 minggu.

"Saat itu aku merasa tidak adil. Merasa diberi tekanan besar dan aku mulai marah. Aku pergi ke rumah sakit untuk diberi tahu soal resiko ini, tapi setiap aku melihat calon anak-anak ini, aku berpikir soal rasa kehilangan orang yang dicintai. Pikiran untuk melepas dua dari empat tidak sanggup aku pikirkan," kata Emma.

Dokter memberi Emma dan suaminya batas waktu hingga 20 Minggu, apakah tetap melanjutkan atau membunuh dia calon bayi kembarnya. Ketika saat itu tiba, Dokter mengatakan bahwa empat calon bayi Emma adalah laki-laki. Seketika Emma menegaskan pada Dokter untuk tetap mempertahankan semua anak-anaknya.

"Saya memutuskan untuk melakukan segalanya sesuai kemampuan terbaik saya. Agar ke empat bayi ini bisa lahir ke dunia," tegas Emma pada Dokter saat itu.

Hingga momen bahagia sekaligus menegangkan itu terjadi. Tepatnya 29 Februari tahun lalu, empat bayinya selamat dilahirkan melalui operasi sesar. Saat lahir, Ruben yang pertama lahir menyusul Zachary, Joshua dan Sam.


Setelah mendapat perawatan selama dua bulan di rumah sakit karena bobotnya yang terlalu kecil, akhirnya Emma dan suaminya mendapatkan keajaiban, ketika putra-putra mereka diperbolehkan pulang. Hingga saat ini keempat putra mereka tumbuh menjadi anak yang sehat dan lucu.

"Kami mengurus mereka satu demi satu. Semuanya minum susu dari empat botol dan beratnya terus bertambah. Kami sangat bahagia semuanya tumbuh sehat," kata Emma

'' TUHAN MAHA TAHU, TAPI DIA MENUNGGU "

Sedikit terseret hati ini,
ketika mendengar kabar, beberapa teman-temanku telah "BERISI".
ada yang pertama, kedua, ketiga, bahkan mungkin telah punya yang kelima.

didalam hatiku seakan berteriak, merintih kesakitan.
Seberapa lamakah Sang Pencipta tidak menyanggupi permohonanku, ataukah Dia tidak mendengar kesakitan hatiku??

tanpa sengaja aku menemukan pesan yang indah, yang mengubahkan pikiranku.. 

Tuhan tau kondisi setiap pasangan yang teramat mendambakan keturunan,
Tuhan tau seberapa besar usaha yang dilakukan,
Tuhan tau seberapa banyak pengorbanan yang dilakukan,
Tuhan tau seberapa banyak uang dikeluarkan,
Tuhan tau seberapa banyak doa yang dilantunkan,
Tuhan mengetahui semuanya,,

Tapi, Tuhan ingin mengetahui, dan dia menunggu,
Sampai sebatas apa usaha yang dilakukan umat-Nya,
Sampai sejauh mana pengorbanan yang dilakukan,
Sampai berapa banyak uang yang dikeluarkan,
Sampai sebatas mana doa terus dipanjatkan,
Sampai sebesar apa "KESABARAN" yang kita punya,,,

Penantian itu, bisa 1 tahun, 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun, atau bahkan lebih. Jika kita masih bersabar dan masih memiliki harapan, maka suatu saat pasti akan dikabulkan. Jadi, buat bunda-bunda semua yang belum dikabulkan doanya untuk mendapatkan keturunan, jangan pernah menyerah ya,,
Jangan sampai penantian yang telah kita lakukan menjadi sia-sia hanya karena kita putus asa, dan tidak memiliki harapan lagi,,
Tetap semangat ya,,
Kalian harus percaya, bahwa janji Tuhan itu benar adanya,,

Terima kasih Tuhan, Kau kembalikan Iman ini kepadaku.
ku mohon, berilah kekuatan dan 1000 bahkan lebih banyaknya kesabaran.
aku percaya bahwa Engkau tetap menepati Janji-Mu, tepat pada waktu-Mu.
ku ingat perkataan suamiku, jangan menyerah dan suatu saat kau akan melompat kegirangan karna perbuatan Tuhan, bahkan kau bisa tercengang-cengang memandang perbuatan-Nya itu.

Amiiiin     

 

Sungguh menginspirasi

Dapat dari seorang teman FB
Sebenarnya cerita ini sudah sangat lama beredar di internet, situs sumber yang saya kutib sendiri telah membuat tulisan ini pada tahun 2009, tapi karena melihat betapa besar hikmah yang bisa saya peroleh dari kisah ini saya memutuskan untuk memuat kembali artikel tersebut dalam blog saya, dan karena isinya merupakan sebuah tulisan dalam buku harian saya memutuskan untuk memuat secara penuh karena takut ada bagian yang hilang atau berubah pengertiannya. Inilah isi buku harian seorang pramugari yang mampu membuat para pengguna internet merasa sangat tersentuh.

Saya adalah seorang pramugari biasa dari Eastern Airlines, karena masa kerja saya belum lama, jadi belum menjumpai masalah besar yang tidak bisa dilupakan, setiap hari terlewati dengan hal-hal kecil yaitu menuangkan air dan menyuguhkan teh. Tidak ada kegairahan dalam bekerja, sangatlah hambar.

Tapi hari ini, tanggal 7 Juni, saya telah menjumpai suatu kejadian yang merubah pemikiran saya terhadap pekerjaan dan pandangan hidup.

Hari ini kami melakukan penerbangan dari Shanghai ke Beijing, penumpang saat itu sangat banyak, satu unit pesawat terisi penuh.

Di antara rombongan orang yang naik pesawat ada seorang paman tua dari desa yang tidak menarik perhatian, dia membopong satu karung goni besar di punggungnya, dengan membawa aroma tanah yang khas dari pedesaan.

Saat itu saya sedang berada di depan pintu pesawat untuk menyambut para tamu, pikiran pertama yang menghampiri saya saat itu adalah masyarakat sekarang ini sudah sangat makmur, bahkan seorang paman tua dari desa pun memiliki uang untuk naik pesawat, sungguh royal.

Ketika pesawat sudah mulai terbang datar, kami mulai menuangkan air, hingga tiba di baris kursi ke 20-an, terlihat paman tua tersebut, dia duduk dengan sangat hati-hati, tegak tidak bergerak sama sekali, karung goninya juga tidak diletakkan di tempat bagasi bawaan, tingkah si paman tua itu menggendong karung goni besar sekilas seperti rak penyangga bola dunia (globe), tegak seperti patung.

Saat ditanya mau minum apa, dengan gugup dia menggoyang-goyangkan tangannya dan berkata tidak mau. Saat hendak dibantu untuk menyimpan karungnya di tempat bagasi dia juga menolak. Terpaksa kami biarkan dia menggendong karung tersebut.

Beberapa saat kemudian tiba waktunya untuk membagikan makanan, kami mendapatkan bahwa dia masih duduk dengan tegak dan tidak bergerak sama sekali, kelihatannya sangat gelisah, saat diberi nasi, dia tetap saja menggoyangkan tangannya menolak tanda tidak mau.

Karenanya kepala pramugari datang menghampirinya dengan ramah menanyakan apakah dia sedang sakit. Dengan suara lirih dia berkata ingin ke toilet tapi dia tidak tahu apakah boleh berkeliaran di dalam pesawat, dia takut merusak barang-barang yang ada di dalam pesawat.

Kami memberitahu dia tidak ada masalah dan menyuruh seorang pramugara mengantarkannya ke toilet. Saat menambahkan air untuk kedua kalinya, kami mendapati dirinya sedang mengamati penumpang lain minum air sambil terus menerus menjilat-jilat bibirnya sendiri, karenanya kami lantas menuangkan secangkir teh hangat dan kami letakkan di atas mejanya tanpa bertanya kepadanya.

Siapa sangka tindakan kami ini membuat ia sangat ketakutan dan berkali-kali ia mengatakan tidak perlu, kami pun berkata kepadanya minumlah jika sudah haus. Mendengar demikian dia melakukan tindakan yang jauh lebih mengejutkan lagi, buru-buru dia mengambil segenggam uang dari balik bajunya, semuanya berupa uang koin satu sen-an, dan disodorkan kepada kami.

Kami mengatakan kepadanya bahwa minuman ini gratis, dia tidak percaya. Dia sepanjang perjalanan beberapa kali ia masuk ke rumah orang untuk meminta air minum tetapi tidak pernah diberi, bahkan selalu diusir dengan penuh kebencian.

Akhirnya kami baru mengetahui ternyata demi menghemat uang, sepanjang perjalanannya ia sebisa mungkin tidak naik kendaraan dan memaksakan diri berjalan kaki hingga mencapai kota terdekat dengan bandara, barulah dia naik taksi ke bandara, bekal uangnya tidak banyak, maka dia hanya bisa meminta air minum dari depot ke depot sepanjang perjalanan yang dilewatinya. Sayang sekali dia sering sekali diusir pergi, orang-orang menganggapnya pengemis.

Kami menasihatinya selama beberapa waktu lamanya hingga akhirnya dia mau mempercayai kami, duduk, lalu perlahan-lahan meminum tehnya. Kami menanyakan apakah dia lapar, maukah memakan nasi, dia masih tetap saja mengatakan tidak mau.

Dia bercerita bahwa ia memiliki 2 orang putra, keduanya bisa diandalkan dan sangat berguna, keduanya diterima di perguruan tinggi, yang bungsu sekarang kuliah di semester 6, sedangkan si sulung telah bekerja.

Kali ini dia ke Beijing menjenguk anak bungsunya yang sedang kuliah. Karena anak sulung sudah bekerja bermaksud menjemput kedua orang tuanya untuk tinggal bersamanya di kota, akan tetapi kedua orang tuanya tidak terbiasa, mereka hanya menetap beberapa waktu lamanya lalu kembali lagi ke desa.

Kali ini karena anak sulungnya tidak ingin sang ayah susah payah naik angkutan, maka dibelikanlah tiket pesawat khusus bagi ayahnya dan bermaksud menemani ayahnya untuk berangkat bersama dengan pesawat karena sang ayah tidak pernah menumpang pesawat sebelumnya, ia sangat khawatir ayahnya tidak mengenali jalan. Akan tetapi ayahnya mati-matian tidak mau naik pesawat karena beranggapan bahwa hal tersebut adalah suatu pemborosan.

Akhirnya setelah bisa dinasihati sang ayah tetap bersikukuh untuk berangkat sendirian, tidak mau anaknya memboroskan uang untuk membeli selembar tiket lagi.

Dia membopong sekarung ketela merah kering yang diberikan pada anak bungsunya. Ketika pemeriksaan sebelum naik ke pesawat, petugas mengatakan bahwa karungnya itu terlalu besar, dan memintanya agar karung itu dimasukkan ke bagasi, namun dia mati-matian menolak, dia bilang takut ketelanya hancur, jika hancur anak bungsunya tidak mau makan lagi. Kami memberitahu dia bahwa barang bawaannya aman jika disimpan disitu, dia berdiri dengan waspada dalam waktu lama, kemudian baru diletakkannya dengan hati-hati.

Selama dalam perjalanan di pesawat kami sangat rajin menuangkan air minum untuknya, dan dia selalu dengan sopan mengucapkan terima kasih. Tapi dia masih bersikukuh tidak mau makan. Walaupun kami tahu perut si paman tua sudah sangat lapar. Sampai menjelang pesawat akan mendarat, dia dengan sangat berhati-hati menanyakan kepada kami apakah kami bisa memberikan sebuah kantongan kepadanya, yang akan digunakan untuk membungkus nasi jatahnya tersebut untuk dia bawa pergi.

Dia bilang selama ini dia tidak pernah mendapatkan makanan yang begitu enak, dan dia akan bawakan makanan itu untuk diberikan kepada anak bungsunya. Kami semua sangat terkejut.

Bagi kami nasi yang kami lihat setiap hari ini, ternyata begitu berharganya bagi seorang kakek tua yang datang dari desa ini.

Dia sendiri enggan untuk makan, dia menahan lapar, demi untuk disisakan bagi anaknya. Oleh karena itu, seluruh makanan yang sisa yang tidak terbagikan kami bungkus semuanya untuk diberikan kepadanya agar dibawa. Lagi-lagi dia menolak dengan penuh kepanikan, dia bilang dia hanya mau mengambil jatahnya saja, dia tidak mau mengambil keuntungan dari orang lain. Kami kembali dibuat terharu oleh paman tua ini.

Meskipun bukan suatu hal yang besar, akan tetapi bagi saya ini adalah suatu pelajaran yang sangat mendalam.

Tadinya saya berpikir bahwa kejadian ini sudah selesai sampai disini saja, siapa tahu setelah para tamu lainnya sudah turun dari pesawat, tinggallah paman tua itu seorang diri, kami membantunya membawakan karung goninya sampai ke pintu keluar, saat kami akan membantunya menaikkan karung goni tersebut ke punggungnya, mendadak paman tua itu melakukan suatu tindakan yang tak akan pernah saya lupakan seumur hidup: dia berlutut di atas tanah, lalu dengan air mata berlinang dia bersujud kepada kami dan mengatakan, “Kalian semua sungguh adalah orang-orang yang baik, kami orang desa sehari hanya bisa makan nasi satu kali, selama ini kami belum pernah minum air yang begitu manis, tidak pernah melihat nasi yang begitu bagus, hari ini kalian bukan saja tidak membenci dan menjauhi saya, malah dengan ramah melayani saya, sungguh saya tidak tahu bagaimana harus berterima kasih kepada kalian, saya hanya bisa berharap kalian orang-orang yang baik suatu hari nanti akan mendapatkan balasan yang baik”.

Sambil tetap berlutut, sambil berkata seperti itu, sambil menangis, kami semua buru-buru memapahnya untuk berdiri, sambil tiada hentinya menasihatinya dan menyerahkannya kepada seorang penjaga yang bertugas untuk membantunya, setelah itu kami baru kembali ke pesawat untuk melanjutkan pekerjaan kami.

Terus terang saja, selama 5 tahun saya bekerja, di dalam pesawat saya telah menemui berbagai macam penumpang, ada yang tidak beradab, ada yang main pukul, juga ada yang berbuat onar tanpa alas an, tapi kami tidak pernah menjumpai orang yang berlutut kepada kami, terus terang kami juga tidak melakukan hal yang khusus kepadanya, hanya menuangkan air agak sering untuk beliau, hal ini telah membuat seseorang yang telah berumur 70 tahun lebih berlutut untuk berterima kasih kepada kami, lagi pula melihat dia memanggul satu karung ketela merah kering, dia sendiri rela tidak makan dan menahan lapar demi membawakan anaknya nasi yang dibagikan di pesawat, juga tidak mau menerima nasi jatah milik orang lain yang bukan menjadi miliknya, tidak serakah, saya sungguh merasakan penyesalan yang amat mendalam, lain kali saya harus bisa belajar berterima kasih, belajar membalas budi orang lain.

Adalah paman tua ini yang telah mengajarkan kepada saya, bagaimana saya harus hidup dengan penuh kebajikan dan kejujuran.

Archives

My Friend's

About Me

Foto Saya
Rivi
Cewek yg lahir pada tgl 12 Maret setelah kemerdekaan RI (ya.. ealah) hehehe... Lebih tepatnya tahun '85 yang lalu... dibesarkan di kota tercinta ku, Ambon Manise.... (kyk gula...) dr seorang Papa yg asli org Ambon 'en Mami yg asli org Malang... so, klo di campur jadinya JAMBON.. Anak bungsu dari berbagai saudara yang ada di pelosok daerah yang berjajar pulau-pulau..(byk ye....) uda selesai sekolah dan sekarang uda kerja, (tp blm selesai lho!!!;P) blm nikah, dan akan menikah (bentar lg, mo lepas masa single..malu nieh) bagi teman's semua yang mau kenalan lebih lanjut.. boleh deh...
Lihat profil lengkapku